Skor dari Bank Mandiri

Berikan opini anda dan dorong bank anda untuk meningkatkan skor-nya. Kirim pesan ke bank anda!

Pengaruhi bank anda dengan menyampaikan pendapat Anda mengenai kebijakan investasi nya!

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Menurut Bank Mandiri

Kami menyadari bahwa perkembangan Bank Mandiri dipengaruhi oleh kuatnya dukungan yang luas dari bangsa dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu,komitmen untuk terus menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus diterapkan, guna membawa pengaruh positif bagi masyarakat dan lingkungan dimanapun Bank Mandiri berada”. Edwin Gerungan, Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen (Laporan Keberlanjutan Mandiri 2013).

Profil Perusahaan

Mandiri telah berdiri sejak 140 tahun lalu dengan entitas selaku Bank pemerintah yang merupakan hasil merger dari 4 bank besar pada tahun 1999. Bank Mandiri memiliki modal inti sebesar 84,42 triliun rupiah dan total aset 855,03 triliun rupiah per Januari 2015. Share modal inti Mandiri terhadap keseluruhan modal inti industri perbankan di Indonesia adalah sebesar 6,08% dan share aset Mandiri adalah sebesar 15,23%. Mandiri berada di kategori BUKU 4 dengan modal inti di atas 30 triliun rupiah dan merupakan bank bermodal inti dan beraset terbesar dari keempat bank nasional yang berada di kategori ini. Selain berada di berbagai daerah di Indonesia, Bank Mandiri memiliki beberapa cabang di luar negeri  yaitu Cayman Island, China, hong Kong, Singapura, Malaysia, Inggris dan Timor Leste. Jumlah nasabah Mandiri adalah sekitar 12 juta orang.

Dalam hal penyaluran pinjaman berdasarkan sektor ekonomi, pinjaman paling besar diberikan untuk sektor industri manufaktur yakni sebesar 20,4% (106,86 triliun); lain-lain 18,9% (99,08 triliun rupiah); perdagangan, restoran dan hotel 18,3% (6,95 triliun rupiah); bisnis jasa 12,9% (67,36 triliun rupiah); pertanian 11,1% (57,95 triliun rupiah); pertambangan 6,2% (32,36 triliun rupiah); transportasi, pergudangan, dan komunikasi 3,9% (20,36 triliun rupiah); konstruksi 3,9% (20,36 triliun rupiah); listrik, gas dan air 2,7% (14,25 triliun rupiah)dan terakhir adalah sektor jasa sosial sebesar 0,9% (4,88 triliun rupiah).

 

Terimakasih telah berbagi

Pesan anda telah terkirim

×