Skor dari The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ

Berikan opini anda dan dorong bank anda untuk meningkatkan skor-nya. Kirim pesan ke bank anda!

Pengaruhi bank anda dengan menyampaikan pendapat Anda mengenai kebijakan investasi nya!

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Menurut The Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ

Tema prioritas untuk kegiatan tanggungjawab perusahaan MUFG itu adalah "Menjawab Masalah Lingkungan Hidup Global" dan "Membimbing Generasi Masa Depan" - tema yang dipilih dari perspektif berkontribusi bagi penyelesaian masalah masyarakat yang paling penting secara holistik. Di bawah tema pertama, kami telah berusaha untuk menggunakan fungsi keuangan MUFG karena kami berusaha untuk menyediakan produk dan layanan yang berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan. Di bawah tema kedua, kami telah memfokuskan kontribusi sosial kami pada partisipasi karyawan dalam kegiatan-kegiatan sebagai anggota masyarakat setempat dan masyarakat luas”. Nobuyuki Hirano
President & CEO, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (laman web MUFJ Group)

Profil Perusahaan

Berkantor pusat di Tokyo, Jepang, MUFJ memiliki anak perusahaan dan cabang di sekitar 45 negara di 6 benua, dan merupakan grup keuangan kelima terbesar di dunia dan terbesar di Jepang. Di Indonesia, MUFJ adalah bank settlement bagi sebagian besar perusahaan Jepang, dan memiliki cabang di tiga kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bandung, dengan nasabah sebesar tiga ribu nasabah per Maret 2013. Mitsubishi-UFJ sudah ada sejak tahun 1957 di Indonesia dengan nama Bank of Tokyo dan merupakan hasil merger dari beberapa bank terdahulu. Dengan modal inti sebesar 84,57 triliun rupiah dan aset sebesar 118,79 triliun rupiah, Mitsubishi-UFJ adalah bank asing dengan aset dan modal inti terbesar di Indonesia.

Konsentrasi kredit Mitsubishi-UFJ Indonesia adalah untuk sektor manufaktur sebesar 33,57% (29,67 triliun rupiah); jasa keuangan 23,70% (20,95 triliun rupiah); pertanian, kehutanan dan pertambangan 15,98% (14,12 triliun rupiah); transportasi, pergudangan dan komunikasi 13,74% (12,14 triliun rupiah); perdagangan, restoran dan hotel 8,83% (97,80 triliun rupiah); perumahan dan konstruksi 2,76% (2,44 triliun rupiah); listrik, gas dan air 0,99% (877 milyar rupiah); dan lain-lain sebesar 0,41% (364,21 milyar rupiah). 

Terimakasih telah berbagi

Pesan anda telah terkirim

×