Bagaimana skor Bank terhadap

Berikan opini anda dan dorong bank anda untuk meningkatkan skor-nya. Kirim pesan ke bank anda!

Pengaruhi bank anda dengan menyampaikan pendapat Anda mengenai kebijakan investasi nya!

Hasil penilaian pada tema Pangan

Walaupun industri pangan penting bagi Indonesia, tidak semua bank nasional  memiliki kebijakan khusus untuk sektor pangan, sehingga hanya ada tiga bank nasional yang mendapatkan skor. Tiga bank nasional tersebut mendapatkan skor sangat rendah, yaitu masing-masing 10,87 persen untuk Danamon, 6,82 persen untuk BNI dan BRI dengan skor 2,84 persen (dari skor maksimal 100 persen). BNI mendapatkan skor karena telah mencantumkan persyaratan bagi produsen minyak kelapa sawit untuk merujuk kepada sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) dan RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil System) dan mencantumkan persyaratan adanya persyaratan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dalam setiap proyek yang akan didanai. Sedangkan Danamon karena menerapkan kebijakan larangan pemberian kredit yang memperdagangkan spesies langka, dan industri-industri yang membahayakan lingkungan atau memiliki riwayat membahayakan lingkungan. 

Untuk bank-bank asing, HSBC memimpin dengan skor 47,16 persen diikuti Citibank dengan 44,89 persen dan Mitsubishi-UFJ dengan 25,57 persen. Kebanyakan bank asing memperoleh skor karena sudah mencantumkancollective policies seperti Equator Principles, IFC Performance Standards dan lain-lain dalam Laporan Tahunan mereka. HSBC dalam dokumen HSBC Agricultural Commodities Policy menyatakan bahwa bank tersebut tidak akan memberikan layanan pembiayaan untuk petani dan pabrik yang terlibat dalam: 1) operasi ilegal, pembukaan lahan dengan membakar, 2) konversi kawasan yang membutuhkan konservasi tinggi, 3) membahayakan dan mengeksploitasi pekerja anak atau pekerja paksa, 4) kegiatan operasi dimana terdapat konflik sosial. Selain it, dalam dokumen World Heritage Sites and Ramsar Wetlands Policy menyebutkan bahwa HSBC mencegah adanya dampak negatif pada kawasan dilindungi yang masuk dalam kategoti I-IV IUCN (International Union for the Conservation of Nature). 

Terimakasih telah berbagi

Pesan anda telah terkirim

×