Skor dari BCA

Berikan opini anda dan dorong bank anda untuk meningkatkan skor-nya. Kirim pesan ke bank anda!

Pengaruhi bank anda dengan menyampaikan pendapat Anda mengenai kebijakan investasi nya!

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Menurut BCA

“Sebagai warga korporasi yang bertanggung jawab, BCA tidak hanya ingin dikenal sebagai sebuah perusahaan perbankan terkemuka di Indonesia. Lebih dari itu, BCA juga mempunyai komitmen kuat untuk memaknai kehadirannya di tengah masyarakat melalui kepedulian dan berbagai kontribusinya terhadap upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, yang mencakup tiga komponen besar: pembangunan ekonomi, keseimbangan ekologi dan kesejahteraan sosial” (Laporan Tahunan BCA, 2013).

 

Profil Perusahaan

Berdiri pada tahun 1957, BCA adalah bank swasta (non pemerintah) terbesar di Indonesia saat ini dengan modal inti sebesar 66,7 triliun rupiah dan nilai aset sebesar lebih dari 552,4 triliun rupiah per Juni 2013. BCA merupakan salah satu dari empat bank yang berada di kategori BUKU 4 dengan modal inti di atas 30 triliun rupiah. Jumlah rekening di BCA adalah sekitar 12 juta rekening. Selain berada di berbagai daerah di seluruh Indonesia, BCA juga memiliki satu anak perusahaan di Hongkong.

Dari keseluruhan pinjaman yang disalurkan BCA, sektor perdagangan, resto, hotel mencapai 26,7% (90,67 triliun rupiah); lain-lain 26,7% (90,66 triliun rupiah); manufaktur 20,9% (71,17 triliun rupiah); jasa bisnis 7,9% (26,86 triliun rupiah); pertanian dan sarana pertanian 4,8% (16,18 triliun rupiah), listrik, gas dan air 2,3% (7,85 triliun rupiah); pertambangan 2,2% (7,33 triliun rupiah), konstruksi 2,1% (7,08 triliun rupiah) dan terakhir sektor jasa sosial/pelayanan masyarakat 1,6% (5,28 triliun rupiah).

Dalam hal penyaluran kredit korporasi, sektor perkebunan dan pertanian menempati urutan pertama dengan 11,2%; disusul telekomunikasi 7,3%; bahan kimia dan plastik 6,3%; pembiayaan konsumer 5,9%, transportasi dan logistik 5,7%; pembangkit listrik 5,5%; jasa keuangan 4,9%; makanan dan minuman 4,6%; bahan bangunan dan konstruksi lainnya 4,5%; serta yang paling akhir adalah properti dan konstruksi dengan proporsi sebesar 4,5%.

 

Terimakasih telah berbagi

Pesan anda telah terkirim

×