Bagaimana skor Bank terhadap

Berikan opini anda dan dorong bank anda untuk meningkatkan skor-nya. Kirim pesan ke bank anda!

Pengaruhi bank anda dengan menyampaikan pendapat Anda mengenai kebijakan investasi nya!

Hasil penilaian pada tema Keanekaragaman Hayati

HSBC memperoleh nilai tertinggi pada tema keanekaragaman hayati, yakni 40 persen. HSBC memiliki beberapa kebijakan sebagai komitmennya untuk menjaga keanekaragaman hayati. Kebijakan tersebut terkait pembiayaan pada komoditas pertanian, khususnya kelapa sawit. Selain itu, terdapat kebijakan terkait situs warisan dunia dan lahan basah Ramsar sebagai respon pembiayaan kredit pada sektor-sektor yang berisiko pada kerusakan lingkungan. Dalam kebijakan tersebut, HSBC berkomitmen tidak akan menyediakan layanan jasa keuangan untuk konsumen yang terlibat langsung dalam proses deforestrasi.

DBS yang berada peringkat dua perolehan nilai tema keanekaragaman hayati mempublikasikan kebijakan terkait pembiayaan yang bertanggungjawab. DBS memperoleh nilai 32 persen pada tema ini. Dalam kebijakannya, khususnya pada pembiayaan kelapa sawit, DBS hanya akan menyediakan layanan jasa keuangan pada perusahaan yang tidak terlibat pada konversi hutan bercadangan karbon tinggi, penanaman di lahan gambut, dan penanaman yang melanggar hak masyarakat lokal.

Urutan berikutnya disusul oleh bank nasional yakni Danamon sebesar 20 persen. Danamon dalam

laporan berkelanjutannya tahun 2015 menyatakan bahwa kebijakan kredit bank mengelola beberapa industri terlarang, seperti perjudian, perdagangan spesies langka, industri yang membahayakan lingkungan atau memiliki riwayat membahayakan lingkungan, dan industri yang melibatkan bentuk-bentuk eksploitatif kerja paksa dan buruh anak.

Bank nasional lain seperti BCA, Mandiri dan Maybank memperoleh nilai 5 persen pada tema ini. Ketiga bank tersebut menyatakan dalam analisis kreditnya mengharuskan adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi para debitur yang beresiko tinggi pada kerusakan lingkungan. Disusul BNI dengan perolehan nilai 3 persen. BNI memperoleh nilai atas kebijakannya terkait debitur yang beroperasi pada industri air minum kemasan yang diharuskan untuk memiliki Surat Ijin Pengambilan Air Tanah (SIPA). Sementara itu, keempat bank lainnya, yakni CIMB Niaga, BJB, Bank Permata dan BRI tidak memperoleh nilai sama sekali. Hal ini karena tidak ditemukan informasi spesifik pada dokumen yang dipublikasikan tentang bagaimana kebijakan bank-bank tersebut memberikan pembiayaan atau kredit pada sektor yang berisiko tinggi terhadap lingkungan.

Terimakasih telah berbagi

Pesan anda telah terkirim

×